Archive for September, 2009

Ketika Training Komputer di Jakarta

Tahun 1974, bulan September, awal bulan, aku sampai di Jakarta, setelah nunggang bis semalaman, bersama rekan sejawatku, Moeljono, peserta test masuk yang terakhir harus kami ubek-ubek cari almost seharian. Naik bis malam, sangat dingin. AC bis nggak bisa dikecilkan. Dan selama berjam-jam, he.. he.. he.. aku harus menghirup ‘gas buang’ Moeljono, yang katanya kembung. karena [...]

Continue reading »

Menyerah itu Mudah

Tak ada pekerjaan yang paling mudah dilakukan di dunia ini, Bintang kecilku, selain satu kata, menyerah. Kau tak perlu memikirkan apa-apa lagi, cukup kau katakan saja, sudahlah, aku menyerah saja, lalu hentikan semua pekerjaanmu, upayamu, menyerahkan semuanya kepada pemberi kepercayaan yang kau sudah rasakan sebagai tak mampu lagi kau teruskan, menyerah. Putus di situ, sudah.

Continue reading »

Penggal-Penggal dalam Karir (Pekerjaan)

Sebuah iklan nampang di koran, mengundang sarjana atau sarjana muda eksakta, untuk mengisi peluang kerja di bidang EDP (bukan Edi Purwono, tapi Electronic Data Proceessing, yang komputer). Iseng-iseng, aku mencoba mengirimkan lamaran, setidaknya, kalau cuma Sarjana Muda Eksakta, aku punyalah. Apa lagi, kala itu, tahun 1974, peluang kerja di bidang komputer, opo ora hebat? Komputer [...]

Continue reading »

Membesarkan Anak-Anakku

Tadinya aku mau bilang, ‘mendidik anak-anakku’. Tapi aku pikir, sombong sekali, sih … Sebab, menurutku, baru disebut ‘mendidik’ itu kalau kita sudah memiliki sebuah sistem tertentu yang jelas, baik konsep, implementasi maupun sasarannya. Mendidik lebih dekat ke arah membentuk, sesuai dengan selera si pembentuk tersebut. Apa yang ia mu, itulah yang dijadikan acuan ketika melakukan [...]

Continue reading »

Aku Suka Nyanyi

Aku, Edi Purwono, suka nyanyi. Jangan salah, suka nyanyi, bukan penyanyi. Apa lagi bersuara merdu, mendayu-dayu, dengan vibra, yang menggetarkan dan menarik hati. Wah … jauuuuuuhhh…. Gak, lah. Tidak sebaik mbahku kalau nyanyi. Bahkan anak-anakku sering jail, katanya ‘Dad …. pantesnya Dad ini nyanyi di televisi, bukan hanya di kamar mandi’. Wah … tersanjungnya aku…! [...]

Continue reading »

Kemarin Itu adalah Masa Lalu

Kemarin memang sudah lewat, Nonno, seperti kau bilang, sudah jadi masa lalu. Lalu apa pentingnya pula kau katakan itu padaku?Adakah sesuatu yang istimewa dari pernyataanmu itu, sehingga aku mesti dengarkan lagi? Aku pikir semuanya sudah sangat jelasnya, kemarin sudah lewat, dan jadi bagian masa lalu. Apa istimewanya?

Continue reading »

Tukang Masak!

Edi Purwono adalah sulung dari sepuluh bersaudara, dengan jarak usia antara 2-3 tahun. Maka antara Edi Purwono si sulung dengan Endang Hari Luhkitasari, si bungsu, mencapai selisih 25 tahun. Si bungsu itu seumur dengan sulung dari Edi Purwono, Asti Fitria Damayanti (Pipit). Wajar, dalam kehidupannya semasa kecil dan remaja, maka Edi Purwono, harus lebih banyak [...]

Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.